//
you're reading...
Kegiatan

Catatan Workshop on Maintenance and Organization for Application

Gambar

Gino Feruci Hotel Jl. Braga 67 Bandung, sebanyak 8 peserta mengikuti Pelatihan (Workshop) Maintenance and Organization for Application mulai tanggal 18 sampai dengan 21 November 2013, guna mendapatkan pembekalan tentang bagaimana melakukan Pemeliharaan (maintenance) untuk aplikasi mobile yakni RRI Play.

Adapun Materi yang disampaikan sebagai berikut :

Hari Pertama, Senin, 18 November 2013

  • Product Owner

Product Owner atau yang kita sebut sebagai PO adalah seseorang yang menghubungkan antara stakeholder (CEO, Direktorat, users, klien, programer dan pihak telekom) dengan developer/teams, dalam memecahkan permasalahan yang harus diselesaikan berupa tampilan baru, ide baru, error atau hasil evaluasi produk, dll.  Product Owner menghimpun seluruh permasalahan atau ide-ide dan menginventarisir dan dibuatkan daftar prioritas dalam Product Back Log atau yang kita sebut PBL.

PO memberikan PBL kepada Developer/Teams untuk dikerjakan berdasarkan prioritas yang telah disusun oleh PO. Didalam memberikan tugas dalam bentuk PBL seorang PO tidak menuliskannya dalam narasi yang rinci tetapi harus dalam bahasa yang general (Open Requirements) sehingga Teams mampu melaksanakannya dengan kreatifitas yang maksimal dengan tidak lepas dari apa yang ditetapkan dalam PBL.

Berikut adalah skema dimana seorang PO sebagai penghubung dari stakeholder kepada Developer atau Temas, seperti berikut :

Gambar 1.1.

Gambar

  • Stakeholder 

Stakeholders terdiri dari CEO, Direktorat, Kepala Satker, Telkom, User (Audiens), dan pihak-pihak yang terkait dalam pelayanan yang disajikan. seperti pada gambar 1.1. diatas dapat dilihat alur konfigurasi kerja Stakeholder, mereka dapat berkomunikasi langsung kepada teams atau developer, tetapi prioritas pekerjaan yang harus dikerjakan harus berkonsultasi dengan PO.

Hari Kedua, Selasa 19 November 2013

  • Agile Software Development

Seperti yang telah dijelaskan pada hari sebelumnya bahwa Agile System Management adalah sebuah prosedur baku yang sudah diadopsi oleh beberapa negara Industri di Asia seperti Jepang, dan negara-negara eropa.

Agile Software development adalah salah satu metodologi dalam pengembangan sebuah perangkat lunak (software). Kata Agile berarti bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, waspada. Kata ini digunakan sebagai kata yang menggambarkan konsep model proses yang berbeda dari konsep model-model proses yang sudah ada. Konsep Agile software development dicetuskan oleh Kent Beck dan 16 rekannya dengan menyatakan bahwa Agile Software Development adalah cara membangun software dengan melakukannya dan membantu orang lain membangunnya sekaligus.

Dalam Agile Software Development interaksi dan personel lebih penting dari pada proses dan alat, software yang berfungsi lebih penting daripada dokumentasi yang lengkap, kolaborasi dengan klient lebih penting daripada negosiasi kontrak, dan sikap tanggap terhadap perubahan lebih penting daripada mengikuti rencana. Namun demikian, sama seperti model proses yang lain, agile software development memiliki kelebihan dan tidak cocok untuk semua jenis proyek, produk, orang dan situasi. Agile Software Development memungkinkan model proses yang toleransi terhadap perubahan kebutuhan sehingga perubahan dapat cepat ditanggapi. Namun di sisi lain menyebabkan produktiitas menurun.

Agile Methods

dikutip dari http://agilemanifesto.org sebagai berikut :

Individu dan interaksi lebih dari proses dan sarana perangkat lunak. Perangkat lunak yang bekerja lebih dari dokumentasi yang menyeluruh. Kolaborasi dengan klien lebih dari negosiasi kontrak. Tanggap terhadap perubahan lebih dari mengikuti rencana.

Untuk pembuatan atau pengembangan suatu perangkat lunak terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan, mulai dari sumber daya manusia (resources) yang menangani proyek tersebut, sampai dengan metode apa yang harus diterapkan dalam proses pengembangan perangkat lunaknya. Terdapat banyak metode dalam proses pengembangan perangkat lunak salah satunya yaitu metode Agile Sofware Development.

Saat ini metodologi ini sudah cukup banyak berkembang, diantaranya adalah:

1) eXtreme Programming (XP)

2) Scrum Methodology

3) Crystal Family

4) Dynamic Systems Development Method (DSDM)

5) Adaptive Software Development (ASD)

6) Feature Driven Development (FDD)

Prinsip-prinsip di balik Manifesto Agile

  1. Prioritas utama kami adalah memuaskan klien dengan menghasilkan perangkat lunak yang bernilai secara dini dan rutin.
  2. Menyambut perubahan kebutuhan, walaupun terlambat dalam pengembangan perangkat lunak. Proses Agile memanfaatkan perubahan untuk keuntungan kompetitif klien.
  3. Menghasilkan perangkat lunak yang bekerja secara rutin, dari jangka waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, dengan preferensi kepada jangka waktu yang lebih pendek.
  4. Rekan bisnis dan pengembang perangkat lunak harus bekerja-sama tiap hari sepanjang proyek.
  5. Kembangkan proyek di sekitar individual yang termotivasi. Berikan mereka lingkungan dan dukungan yang mereka butuhkan, dan percayai mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
  6. Metode yang paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi dari dan dalam tim pengembangan perangkat lunak adalah dengan komunikasi secara langsung.
  7. Perangkat lunak yang bekerja adalah ukuran utama kemajuan.
  8. Proses Agile menggalakkan pengembangan berkelanjutan. Sponsor-sponsor, pengembang-pengembang, dan pengguna-pengguna akan dapat mempertahankan kecepatan tetap secara berkelanjutan.
  9. Perhatian yang berkesinambungan terhadap keunggulan teknis dan rancangan yang baik meningkatkan Agility.
  10. Kesederhanaan- seni memaksimalkan jumlah pekerjaan yang belum dilakukan– adalah hal yang amat penting.
  11. Arsitektur, kebutuhan, dan rancangan perangkat lunak terbaik muncul dari tim yang yang dapat mengorganisir diri sendiri.
  12. Secara berkala, tim pengembang berefleksi tentang bagaimana untuk menjadi lebih efektif, kemudian menyesuaikan dan menyelaraskan kebiasaan bekerja mereka.

beberapa kunci penting Agile Methods dari sisi sumber daya manusianya :

  1. Kompetensi: ketrampilan dalam membangun dan pengetahuan tentang proses membangun
  2. Fokus: memiliki fokus yang sama sekalipun peran dalam tim berbeda
  3. Kolaborasi : kerja sama dengan klien, anggota tim dan manajer.
  4. Kemampuan ambil keputusan : tim pembangun memiliki otonomi dalam pengambilan keputusan terkait teknis dan proyek
  5. Kemampuan fuzzy problem-solving: mampu menyelesaikan memilah masalah yang penting untuk dipecahkan segera atau nanti.
  6. Saling percaya dan hormat: kekompakan tim yang didukung oleh rasa percaya dan saling menghargai satu sama lain.
  7. Manajemen diri: tim mengatur diri untuk selesaikan proyek, mengatur proses untuk disesuaikan dengan lingkungannya, tim menjadwal dirinya untuk menyerahkan hasil.
  • Teams

Teams berada pada bagian Developer yang mana terdiri dari 5-10 orang yang bekerja simultan dalam melaksanakan Product Back Log (PBL), yang mana didalamnya tidak ada manajer, hanya saja mereka diikat dalam perjanjian kerja, untuk membatasi tugas yang sudah ditentukan dalam teams tersebut.

Didalam Teams yang dibentuk, anggota Teams harus memiliki kapasitas  memadai, didalam melaksanakan tugas dari product owner, sehingga dalam melakukan tugas sesuai PBL dapat berjalan simultan dan focus, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal, sesuai yang diinginkan stake holder.

agila

  • Organization

Impelementasi dalam organisasi berkaitan dengan Agile System seperti terlihat dalam gambar skema 1.2. berikut ini :

Gambar 1.2.

skema 1.2

Seperti diketahui Organisasi Media Baru di RRI menangani tiga bagian sekaligus yaitu Web Management, Web Portal, dan RRI Play, dan itu ditangani oleh Kepala Seksi Media Baru (Mr. Permadi Kencono Wulan, SE.). Dengan bekerja sama operator jaringan PT. Telkom guna menangani beberapa hal seperti audio streaming, RRI Play, WEB, Database, dan Aplikasi berbasis jaringan lainnya. Gambar berikut adalah menunjukkan penanggung jawab dalam pelaksanaan pengelolaan Website RRI dan RRI Play.

Gambar 1.3.

skema 1.3

Dari sisi Web Dev. masih menggunakan tenaga eksternal (outsourcing), dan masalah konten web bekerja sama dengan Direktorat Program dan Produksi, KBRN, dan satker RRI seluruh Indonesia. Bekerja berdasarkan keinginan dari Direktorat Program dan Produksi dan seluruh satuan kerja lainnya. Jika ada hal yang ingin ditambah seperti tampilan atau aplikasi lainnya dapat menghubungi Seksi Media Baru, yang dalam hal ini adalah Mr. Permadi Kencono Wulan.

Dari sisi RRI Play lebih sederhana dan simple, kontennya didapatkan dari konten yang sudah ditampilkan pada Web Portal Master. RRI Play tidak menggunakan CMS tersendiri tetapi  kontennya didapatkan dari website yang sudah ada dengan menggunakan RSS. Dengan mendesign louncher aplikasi dari mulai ide dasar hingga pengetesan dan impelemantasi yang dapat di download pada PlayStore android dan IOS AppleStore, maka RRI Play dapat terwujud. Seperti terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 1.4.

Layout tampilan RRI Play

unnamed1

Materi Mr. Permadi Kencono Wulan dapat didownload disini dengan nama file organization digital media.pptx.

Hari ketiga, Rabu 20 November 2013

Workflow Overview

  • Meeting on curent issues

Melakukan pertemuan dengan pihak ketiga (pengembang/developer/designer), membicarakan mengenai beberapa masalah, error, dan bugs yang terjadi dalam applikasi sudah dibuat. (Support/user support, Testing, Wishlist, Backlog), disana ada dari sumber daya manusia dengan kemampuan/skills yang berbeda sehingga semua orang dalam teams dengan kemampuan masing-masing perlu membahas isu-isu yang aktual untuk perbaikan aplikasi dimaksud.

  • Estimating and Prioritizing the isues

Melakukan estimasi berapa lama bugs atau error tersebut dapat di pecahkan dan diselesaikan. Setelah mengestimasi seluruh isu/bugs maka dapat dilakukan dengan mengurutkan prioritas isu-isu tersebut.

  • Solving issues and testing solutions

Melakukan perbaikan dan memilai pekerjaan hingga seluruh isu-isu, bugs maupun errors dapat ditangani.

Alur Kerja/Workflow :

1. An Issue is reported by a user or us

Isu dapat didapatkan dari para user dan kita sendiri selaku pengguna.

2. Should it be prioritied now?

Beberapa isu harus dipilah dan didiskusikan dalam teams apakah harus dipecahkan segera atau tidak. Menggunakan aplikasi yang digunakan yaitu Issu Management System.

3. Discussing the issue

Apakah kita membuat kembali aplikasi atau kita butuh lebih banyak informasi mengenai bugs yang sedang dihadapi? Oleh karena itu harus dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

4. Finding Error dan Solving it

Mencari error dan mengatasinya membuatnya tidak menjadi masalah lagi dikemudian hari sehingga para user tidak menemukan hal yang sama ketika membuka aplikasi tersebut.

5. Implementing and Testing

Mengimplementasikan update dan mengetes aplikasi yang telah diupdate.

6. Release to the User

Kemudian dilepas kepada pengguna untuk bisa dinikmati.

Mengelola RRI Play

TIU :

  1. Melengkapi proposal, aturan pendelegasian dan metode aplikasi dari LPP RRI.
  2. Proposal  dipresentasikan  kepada Direktur. TMB.

Tugas Kelompok

  1. kelompok terbagi menjadi dua bagian,  dengan jumlah anggota masing-masing 4 kelompok.
  2. Ditulis di post it tiap-tiap kategori
  3. Presentasi 1 : Grup telah di tuliskan pada post it
  4. tulis proposal dalam bentuk poin-poin
  5. presentasi 2 membuat proposal dokumen

Proposal terdiri dari :

  1. Mandat yang dibutuhkan berupa pendelegasian dari Top Management
  2. Peran yang disarankan
  3. Sumberdaya (Uang dan Dana yang dibutuhkan)
  4. Metode (Bagaimana cara kita akan mengerjakan hal tersebut)

Flow & Utilization

Slack

bekerja secara tradisional adalah bekerja yang monoton, misalnya jalanan macet, kita harus mencari jalan lain untuk menuju satu tujuan.

Theory of Constraints – Smooth Flow

Goal, Problem, Strategy : Bila kita melakukan banyak hal dalam waktu tertentu, menjadi semakin tidak fokus, sebaiknya kita dapat melakukan tugas dengan fokus hingga tuntas yang selanjutnya kita dapat melakukan tugas lainnya dengan baik.

Cara lama :

Banyak orang mengerjakan 1 tugas

Concept Presentation Meeting => resourcec Planing => Grahics Design, => Sound Design => Developing=> Integration & Deploy

memakan waktu terlalu lama, sehingga aplikasinya ditinggalkan pengguna.

Cara Baru :

Cross Functional Teams yaitu metode yang digunakan untuk mempercepat tugas dalam teams, dengan cara 1 orang mengerjakan 1 tugas secara simultan didalam team, sehingga pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari cara lama.

link :

http://blog.crisp.se/2012/10/25/henrikkniberg/agile-product-product-ownership-in-a-nutshell

http://scrumalliance.org/

  • s

About sugiantoro

lhah kiyeeeeeek

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

140 karakter

November 2013
S S R K J S M
« Sep   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Office Weblog

Tarik mang…..!!

[zippyshare url=http://www33.zippyshare.com/v/76376801/file.html]
%d blogger menyukai ini: